Kuharap Begitu…Bukan Begini…

Sejak pagi dada terasa sakit

Nyeri itu kualami lagi…

Nafas ini udah berat sejak tadi malam

Pangkal leher kaku mengeras

Kucoba urut punggung leher

Yang ada hanya kenikmatan sesaat…

Terasa tambah berat pagi ini

Asap terus mengepul dari mulutku

Tak peduli kanan kiri… Seperti mikrolet kentut

Asap malah semakin tebal…tembakau semakin dalam terisap

Persetan dengan yang lain…batinku

Anjing tu orang…umpatan datang mengiringiku

Dia datang dengan senyum lebar penuh kemenangan

Di saat aku limbung di rajin menyambangiku

Dia hanya sekali-kali datang waktu aku ga butuh

Saat dada ini terasa ringan…mungkin dia tau gak ada gunanya

Saat dada terhimpit…dia hadir…

Dia tahu bahwa aku memerlukannya

Aku sendiri tak tahu apa yang kubutuhkan

Otak ini sembunyi entah dimana…yang ada hanya mati rasa

Mungkin dia tahu aku lagi gak butuh sama dia

Mungkin dia udah bosan berteman denganku

Mungkin dia udah muak dengan sikapku

Mungkin dia udah jenuh dengan egoku

Mungkin dia pergi untuk membuatku lebih berpikir

Kuharap kamu pergi untuk sementara

Kuharap kamu pergi untuk kembali

Kuharap kamu pergi mencari solusi untukku

Kuharapkan begitu….bukan begini…

(Untuk istriku tercinta atas kesabarannya)

2 Responses to “Kuharap Begitu…Bukan Begini…”

  1. ApReEl Says:

    terkadang saat kita mengalami persinggungan emosional(kebencian,kemarahan,ketidakpecayaan..dsb) dengan orang lain saat itu pula kita merasa membutuhkan pengertian orang lain tetapi ternyata segala pengertian itu datang dari orang yang benar-benar mencintai kita…mencintai dengan tulus adalah sumber spirit hidup bagiku.

  2. Rahman The MOr Says:

    Tulus adalah bentuk kejujuran diri. Kepura-puraan sudah menjadi tren…Semua serba semu…Ho O kan Pril…

Leave a Reply