Kuharap Begitu…Bukan Begini…
Sejak pagi dada terasa sakit
Nyeri itu kualami lagi…
Nafas ini udah berat sejak tadi malam
Pangkal leher kaku mengeras
Kucoba urut punggung leher
Yang ada hanya kenikmatan sesaat…
Terasa tambah berat pagi ini
Asap terus mengepul dari mulutku
Tak peduli kanan kiri… Seperti mikrolet kentut
Asap malah semakin tebal…tembakau semakin dalam terisap
Persetan dengan yang lain…batinku
Anjing tu orang…umpatan datang mengiringiku
Dia datang dengan senyum lebar penuh kemenangan
Di saat aku limbung di rajin menyambangiku
Dia hanya sekali-kali datang waktu aku ga butuh
Saat dada ini terasa ringan…mungkin dia tau gak ada gunanya
Saat dada terhimpit…dia hadir…
Dia tahu bahwa aku memerlukannya
Aku sendiri tak tahu apa yang kubutuhkan
Otak ini sembunyi entah dimana…yang ada hanya mati rasa
Mungkin dia tahu aku lagi gak butuh sama dia
Mungkin dia udah bosan berteman denganku
Mungkin dia udah muak dengan sikapku
Mungkin dia udah jenuh dengan egoku
Mungkin dia pergi untuk membuatku lebih berpikir
Kuharap kamu pergi untuk sementara
Kuharap kamu pergi untuk kembali
Kuharap kamu pergi mencari solusi untukku
Kuharapkan begitu….bukan begini…
(Untuk istriku tercinta atas kesabarannya)
July 12th, 2005 at 1:42 am
terkadang saat kita mengalami persinggungan emosional(kebencian,kemarahan,ketidakpecayaan..dsb) dengan orang lain saat itu pula kita merasa membutuhkan pengertian orang lain tetapi ternyata segala pengertian itu datang dari orang yang benar-benar mencintai kita…mencintai dengan tulus adalah sumber spirit hidup bagiku.
July 12th, 2005 at 3:50 am
Tulus adalah bentuk kejujuran diri. Kepura-puraan sudah menjadi tren…Semua serba semu…Ho O kan Pril…